Dengan semakin mudahnya kalangan anak muda untuk mendapatkan beragam fasilitas yang diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung, hal ini menjadikan kecenderungan kalangan anak muda ingin melakukan, merasakan, menikmati dan mengamalkan perbuatan-perbuatan yang seharusnya belum boleh dilakukannya. Banyak perilaku anak muda sekarang yang sudah melakukan perbuatan diluar tanggung jawab dan tugasnya diantaranya :
1. Merokok baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, yang sepantasnya belum boleh dilakukannya karena keuangan yang dimiliki masih mengandalkan dari orang tuanya.
2. Melakukan perjudian secara langsung maupun tidak langsung (dengan cara pertaruhan dalam pertandingan bola kaki, dan lainnya) yang jelas-jelas dilarang baik oleh agama maupun undang-undang karena dapat merugikan keuangan orang tuanya.
3. Minum-minuman keras mulai dari yang dijual bebas sampai dengan yang hanya dijual ditempat-tempat tertentu, perbuatan ini sudah jelas dilarang keras oleh agama maupun undang-undang karena berdampak merusak pola pikir sehingga dapat mengurangi keinginan untuk berlajar dan jika sampai mabuk sering mudah dipengaruhi untuk berbuat kekerasan.
4. Mengkonsumsi obat-obatan psikotropika dan sejenisnya yang dapat merusak pikiran sehingga dapat menghilangkan pola berpikir yang positif untuk dapat berbuat secara sehat dalam meningkatkan pengetahuan.
5. Melakukan perbuatan seksualitas dengan teman sebaya yang seharusnya tidak dilakukan, mengingat perbuatan tersebut belum saatnya untuk dilakukan karena bertentangan dengan agama dan juga undang-undang dan disatu sisi dapat merusak kejiwaan bagi pihak wanitanya jika sampai terjadi kehamilan pada usia yang masih dini untuk menjadi seorang ibu.
Dari beragam permasalahan ini, kencederungan yang semakin marak dilakukan oleh kalangan anak muda saat ini adalah pada point 5. Hal ini terjadi karena begitu mudahnya contoh-contoh yang selayaknya dilakukan oleh kalangan orang tua dapat dilihat, disaksikan dan ditonton dimana-mana. Kemajuan dunia Teknologi juga merupakan penyumbang sumber informasi negatif terhadap kalangan anak muda, tidak hanya untuk katagori yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang tingkat tinggi tapi juga sudah sampai dengan yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang sekolah dasar. Mudahnya melakukan akses Internet dimana-mana tanpa pengawasan dari orang tua, taukah kita apa yang dilakukan oleh anak-anak muda tersebut ? Ini tidak bisa kita pungkiri, karena masih banyaknya pengelola-pengelola layanan internet yang tidak mengcaounter fasilitas yang tersedia untuk tidak diakses oleh kalangan anak muda.
Selain itu kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak-anaknya dan pembelajaran masalah larangan-larangan yang harus dipatuhi oleh kalangan anak muda, tentunya dapat menimbulkan keingin tahuan mereka terhadap hal-hal yang selayaknya belum boleh dilakukan. Pembelajaran yang diberikan pada dunia pendidikan secara terbatas dan sembunyi-sembunyi tanpa penjelasan yang gamblang dan tidak diimbangi dengan pemberian pemahaman oleh kalangan orang tua baik dari sisi agama maupun psikologi banyak berdampak timbulnya pemikiran oleh kalangan anak muda untuk melakukan uji coba dan percobaan. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan anak-anak lelaki saja tetapi juga oleh anak perempuan, yang pada akhirnya terjadinya suatu kesepakatan untuk melakukannya bersama secara sembunyi-sembunyi. Pada akhirnya perbuatan ini dilakukan bukan dengan alasan keingintahuan lagi tetapi sudah merupakan suatu kebutuhan tanpa memikirkan lagi dampak yang akan timbul dari perbuatannya.
Dengan rusaknya pikiran yang ditimbulkan oleh kesenangan tersebut mengakibatkan pola pemikiran untuk berlajar menjadi hilang dan kecenderungannya hanya ingin mengulangi lagi perbuatannya, karena apa yang pertama kali dilakukannya selalu membayangi pikirannya. Rusaknya kejiwaan yang dialami tersebut akhirnya menimbulkan pikiran-pikiran kotor bagaimana untuk dapat mengulanginya lagi. Seandainya teman sebayanya sedang tidak mau diajak untuk melakukannya apa yang akan terjadi ............ ?
Dengan berbagai cara akhirnya dilakukan untuk dapat mengulangi perbuatan tersebut, dimana si lelaki berusaha dengan melakukan geriliya untuk merayu dan menjebak teman-teman wanitanya yang mudah dipengaruhi dan masih polos untuk perbuatan tersebut serta memiliki keingintahuan dari apa yang diajarkan secara terbatas dengan iming-iming kenikmatan, sedangkan disatu sisi si wanita karena ingin mengulangi kepuasannya dan mengetahui teman lelakinya telah melakukan dengan orang lain akhirnya juga punya keinginan yang sama untuk mengajak teman lelaki lainnya melakukan perbuatan tersebut, dan terkadang sampai mengobral kemana-mana tanpa pikir panjang lagi.
Begitu mudahnya dan tersedianya tempat-tempat portitusi yang dapat dijangkau oleh kalangan anak muda dengan hanya bermodalkan uang 100 ribu, akhirnya menjadikan pelampiasan yang tidak terkontrol lagi. Hanya untuk pelampisan tersebut yang awalnya mendapatkan uang atas pemberian orang tuanya, karena sudah tidak mencukupi lagi akhirnya berbagai cara dilakukan mulai dengan melakukan pencurian kecil, pemalakan, pemerasan dan segala macam cara lainnya akan dilakukan hanya untuk memenuhi keinginannya. Juga bisa kita temui terjadinya kesepakatan antara pihak lelaki dengan teman wanita untuk sama-sama mecari kepuasan dengan mengorbankan si wanita dengan cara menawarkan kepuasan kepada om-om senang yang keranjingan seksual dengan berbagai imbalan. Sudah bukan pandangan umum lagi dapat kita saksikan wanita-wanita usia muda keluar masuk hotel dengan lelaki bukan dengan orang tuanya.
Di lain pihak si lalaki karena ingin mendapatkan kepuasan yang labih, akhirnya akhirnya timbul pikiran-pikiran kontor bagaimana mendapatkan kepuasan tersebut tanpa harus membayar, apalagi kalau bukan menjadi gigolo atau apapun istilahnya dengan harapan tidak terputusnya perbuatan tersebut tanpa harus mengeluarkan modal. Hal ini juga bukan lagi menjadi pandangan umum dapat kita saksikan laki-laki usia muda yang keluar masuk hotel dengan wanita-wanita yang bukan ibunya.
Masih banyak cara-cara lagi yang dilakukan oleh kalangan anak muda untuk melakukan kebebasan tersebut tanpa memikirkan dampak-dampak yang ditimbulkannya. Sudah cukup banyak kejadian yang terjadi dan dapat kita saksikan dari penyebaran video-video mesum anak muda bukan hanya yang terjadi di daerah perkotaan juga sudah merambah sampai ke daerah-daerah kecamatan. Mulai dari daerah metropolis sampai dengan daerah agamis sekalipun perbuatan tersebut dapat kita jumpai.
Semua kejadian yang terjadi ini, siapakah yang bertanggung jawab ............ ?
Sebagai bangsa yang memiliki dasar ideologi keagamaan, apakah pantas jika perbuatan tersebut tidak harus segera dihentikan. Apakah akan kita biarkan generasi muda kita memiliki moral yang rendah tanpa mengedepankan norma-norma yang terkandung dalam ajaran agama maupun sosial budaya yang selalu kita junjung tinggi. Merilah kita renungkan bersama tanpa harus menyalahkan diantara kita, karena tanpa kita lakukan bersama semua ini tidak akan dapat diselesaikan dan dituntaskan.
Akhirilah perbuatan dan kebiasaan yang buruk itu dengan suatu tekad untuk sesama, bukan karena untuk mendapatkan suatu imbalan apalagi sebagai mata pencaharian belaka.