Kamis, 14 April 2011

Kumpulan arti cinta.


Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.
Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.
Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!
Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).
Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.
Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).
Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.
Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!
Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…

Bisakah Sahabat Jadi Kekasih?

Sebuah penelitian dan survei yang dilakukan di Universitas di Amerika bahwa 75% lelaki dan perempuan tertarik bahkan jatuh Cinta dengan sahabat mereka sendiri. Setengah dari jumlah itu bahkan menyatakan bahwa mereka berharap bisa menikah dengan sahabat mereka.


Apabila anda sedang dalam situasi yang sama, mungkin anda bertanya-tanya apakah anda tetap menyukai sahabat sendiri atau mencari pasangan di tempat lain. Sebelum anda memutuskan hal itu, sebaiknya anda simak beberapa hal yang harus anda lakukan saat berada dalam situasi ini.

Hal pertama adalah teliti sahabat anda, apakah ia masih sendiri. Apabila ia sudah terikat dalam satu hubungan pernikahan atau pertunangan, sebaiknya buang jauh perasan itu. Jangan menjebak diri anda sendiri. Jadikan dia sebagai sahabat yang harus saling menghargai dan menghormati hubungan dengan orang lain. Tapi jika dia dan anda masih sendiri, lanjutkan saja.

Nilai persahabatan anda. Pikirkan baik-baik apakah dia lebih baik tetap menjadi sahabat atau kekasih. Banyak kasus yang membuktikan bahwa seorang sahabat bisa jauh lebih baik untuk tetap menjadi sahabat daripada kekasih. Perubahan menjadi kekasih justru akan ‘merusak' banyak hal, entah karena perubahan sikap atau karena pengaruh orang-orang sekitar. Kadang persahabatan tanpa Romantika terasa jauh lebih indah, bermutu dan lebih langgeng.

Siap ditolak. Apabila anda tetap ingin mengubah suasana persahabatan menjadi cinta dengan sahabat sendiri, maka anda harus siap menghadapi sebuah penolakan yang berakhir dengan perubahan hubungan yang menjadi hambar atau kikuk.

Pertimbangkan sekitar karena di dunia ini anda tidak tinggal berdua. Mungkin anda bersahabat dalam satu kelompok. Pertimbangkan semua orang yang juga dekat dengan anda, jangan egois memikirkan perasaan berdua saja.

Yakinkan perasaan anda. Banyak orang yang hanya 'merasa' bahwa mereka sedang jatuh cintapada sahabat sendiri. Padahal perasaan ini belum tentu benar. Mungkin saja mereka sedang patah hati dan kebetulan sahabat adalah teman curhat terbaik yang selalu ada. Dalam keadaan rapuh seperti itu, orang cenderung gampang merasa jatuh cinta, padahal itu hanya luapan emosi belaka. Ada pula yang merasa jatuh cinta hanya karena kesepian belum mendapat kekasih dan sahabat sendiri seolah menjadi 'pilihan satu-satunya daripada tidak ada'. Ini pula merupakan sesuatu yang buruk karena biasanya tidak berlangsung lama. Jadi yakinkan dulu perasaan anda.

Jangan terburu-buru. Jika anda berdua sudah sangat dekat, jangan terlalu cepat mengambil langkah maju. Sekali anda membawa suasana romantis dan dia pun merasakan hal yang sama, maka seluruh elemen dalam hidup kalian berdua akan berubah dan itu bisa menimbulkan konflik dan kejutan.

Bersiap untuk yang terburuk. Sebenarnya yang terburuk bukan hanya sekedar ditolak tetapi jika anda kehilangan dirinya sebagai sahabat dan sekaligus tidak pernah mendapatkannya sebagai kekasih karena perasaan anda kepadanya tidak terbalas. Jika anda ingin mencintai sahabat sendiri, resiko terburuknya ialah bisa kehilangan sahabat secara utuh. Dalam hal ini, pikirkan seberapa berharganya persahabatan anda. Apakah lebih baik anda tetap menjadi sahabat sejatinya tanpa cinta atau menyatakan cinta padanya dengan resiko kehilangan dirinya?

Berdoa. Banyak sahabat yang berubah menjadi kekasih dan itu adalah sesuatu yang indah. Memang segala kemungkinan bisa saja terjadi tapi ingat, sahabat merupakan sesuatu 'bagian yang hilang' yang selama ini anda cari.

Senin, 11 April 2011

KETIKA CINTA DIKHIANATI

Mencintai adalah pekerjaan yang mulia, karena cinta cenderung melahirkan sifat kasih sayang kepada apa yang kita cinta. Sedangkan sifat “pengasih” dan “penyayang” itu sendiri adalah salah satu sifat Allah SWT, yakni “Ar Rahman” dan “Ar Rahiim”.
Mencintai akan membuat kita melakukan segala sesuatu yang membuat seseorang yang kita cintai merasa senang dan bahagia. Kita rela bersusah payah demi membahagiakan yang kita cinta. Kita rela berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan biaya demi mendapatkan dan memelihara cinta seseorang yang kita cintai tersebut. Pendek kata, demi cinta, katanya mati pun rela. Dari sini, Anda pasti tahu bahwa subyek perasaan cinta pada pembahasan kita ini adalah subyek yang hidup, bukan benda mati atau sebuah status belaka.
Ketika kita mendengar kata “cinta” maka seringnya asosiasi kata itu ialah cinta kepada lawan jenis. Cinta kepada pacar atau kekasih, suami atau istri, meskipun sebenarnya obyek cinta itu sangat luas. Untuk kali ini mungkin kita tekankan pada emosi cinta pada kekasih atau orang yang special di hati kita.
Membahas masalah cinta akan sangat panjang dan penuh perdebatan, karena arti “cinta” bagi setiap orang mungkin berbeda-beda. Namun kali ini yang akan kita kupas mungkin sering terjadi, atau mungkin kita sendiri juga pernah mengalaminya. Apa itu? Tidak lain adalah sebuah episode dari true love story perjalanan cinta kita mencari pasangan hidup. Kalau dibuat film (yang kemungkinan besar bisa box office), judulnya adalah “Menghadapi Pengkhianatan Cinta” atau “My Love, Kenapa Kau Tinggalkan Daku…?”.
Ketika kita sedang sepenuh hati mencintai seseorang, kemudian cinta kita berbalas cinta; tidak ditolak mentah-mentah. Dan si dia juga dari mulutnya sudah berkata bahwa perasaannya juga sama. Oh, indahnya dunia ini. Dua cinta berpadu, aneka bunga pun mekar di hati sepasang insan yang sedang kasmaran. Kasmaran: sejauh mana kau kejar cinta? Bila diteropong dengan kacamata empat dimensi maka akan terlihat di atas kepala mereka berdua beterbangan daun waru merah hati yang berkelap-kelip dan berputar-putar. Ada teman saya yang cintanya baru diterima maka hitam-hitam (pupil) di matanya tiba-tiba berubah menjadi warna pink dan bentuknya menyerupai hati (yang ini hanya fiktif belaka…).
Ceritanya sekarang adalah ternyata seseorang (kekasih) yang sangat kita cintai tersebut tiba-tiba berkhianat (menduakan cinta kita, selingkuh, tidak setia). Tentu yang terjadi adalah broken heart; hati kita pun hancur berkeping-keping!
“Dia memang brengsek, bro! Padahal aku ini orang paling setia di dunia…”, demikian sumpah serapah seorang kawan yang lagi patah hati.
Menurut seorang teman saya yang tinggal di pulau Sumatera, dia berpendapat bahwa seorang “pengkhianat cinta”, berarti dia tidak tahu makna sebenarnya tentang cinta itu sendiri. Dia tidak ingin berkomitmen dan tidak ingin terikat dengan cinta yang dia pegang, karena ingin mendapatkan keuntungan dari cinta yang dia tebar (ke orang lain, ed). Dia tidak teguh pendirian dan tidak bisa melihat orang yang lebih cakep atau lebih kaya dari pasangannya.
Sementara itu, teman lain dari Surabaya memiliki pendapat yang agak berbeda sebagai berikut. “Pengkhianat cinta? Pengkhianat itu orang yang menyalahgunakan kepercayaan. Menurutku pengkhianat cinta itu juga bisa ketika kita mencintai makhluk lebih daripada Penciptanya. Misal, setiap manusia diberi hati dengan rasa cinta karena Allah Yang Maha Penyayang, akan tetapi rasa itu diumbar secara berlebihan dan salah sasaran. Mencintai pacar kebangeten (berlebihan, ed) sampai menomor sekiankan Allah, orang tua, juga diri sendiri dan rasa malu. Cinta itu suci, tulus dan ikhlas. Jangan sampai ternoda dech! Kalau terlanjur, cepat perbaiki. Pengkhianat cinta mungkin nggak bisa disalahkan sepenuhnya, mungkin karena dia belum tahu seperti apa cinta itu. Sama halnya dengan cinta orang tua, mereka bekerja untuk kehidupan kita. Bahkan mereka tidak tahu apakah kita akan berbakti atau tidak, tapi mereka tetap mencintai kita dan berdoa yang baik-baik, padahal mungkin kita bolos sekolah, nakal, curang tentang uang SPP, bohong, apalagi sampai melakukan tindak kriminal… berarti kita juga sudah jadi pengkhianat cinta! Baik cinta kepada orang tua, juga cinta kepada Allah. Iya kan?”
Demikianlah beberapa pendapat yang bisa menjadi bahan pembanding. Khusus untuk topik kali ini, saya tidak melibatkan gank saya karena mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita sebutkan dulu beberapa penyebab seseorang berkhianat, menyeleweng atau selingkuh. Anda boleh menambahkan sendiri:
  1. Kita kurang menjaga perasaannya
  2. Si dia mencari atau menemukan yang lebih baik atau lebih sempurna dari kita
  3. Si dia ingin sesuatu yang lebih dari apa yang sudah kita berikan
  4. Si dia sedang mencari sensasi baru
  5. Si dia bukan tipe pasangan setia
  6. Si dia memang sengaja melukai hati kita
  7. Si dia memang seorang buaya darat (untuk lelaki) atau buaya laut (untuk wanita)
  8. Dasar sifatnya playboy atau playgirl
Demikian mungkin beberapa alasan kenapa “si dia” yang sangat kita cintai membalas cinta kita yang tulus, suci, plus murni dengan sebuah pengkhianatan yang kejam dan tidak berperi kekasihsayangan.
“Mas, padahal aku sangat mencintainya. Aku mencintainya dengan sepenuh jiwaku. Ketika kami melakukan janji setia, langit dan bumi jadi saksinya. Bahkan dia memintaku untuk bersumpah setia atas nama Tuhan. Aku berpikir bahwa dialah jodoh sejatiku…, tapi kenapa dia tega menduakan cintaku dan menghancurkan perasaanku…?!”
“Hmm, tanya sendiri sama orangnya donk… Aa nggak tau! Nich, ada kolor sepatu warna hitam… bisa untuk gantung diri. Tapi putus tidak ditanggung, hehehehe…”
Sahabat, begitulah kalau hati kita tertambat kepada selain Dia Yang Maha Esa. Kalau patah hati pasti menderita. Bagi anda yang sudah biasa dikhianati mungkin tidak merasakan sakit lagi atau malah tidak percaya lagi dengan yang namanya “cinta”.
Saya pikir pengalaman “dikhianati” seseorang yang kita cintai adalah merupakan salah satu berkah, rahmat atau hidayah dari-Nya agar kita mau menginsafi kesalahan dan melakukan instrospeksi diri. Ternyata Dia Maha Membolak-balikkan Hati, sehingga dalam hitungan detik bisa mengubah perasaan yang tadinya suka/cinta dengan kita menjadi sebaliknya.
Jadi, jangan terlalu sedih atau terluka dengan pengalaman yang satu ini. Juga jangan membenci si dia yang telah mengkhianati cinta kita yang seputih salju Himalaya. Sakit hati karena dikhianati benar-benar akan menjadi ladang pembelajaran bagi kita dalam melatih emosi dan bersikap lebih dewasa. Pengalaman sakit hati akan membuat kita lebih bijak dalam menjalani kehidupan jika kita mau belajar darinya.
Bicara masalah sakit hati karena dikhianati, bukannya saya tidak pernah mengalaminya. Justru pengalaman itu adalah pengalaman terpahit yang pernah saya alami. Namun, dari pengalaman itulah saya banyak mendapatkan pemahaman dan ilmu baru. Saya tidak tahu bagi anda yang mengalami pengalaman yang sama, apakah bisa mengambil manfaatnya atau tidak. Tapi yang jelas hikmahnya selalu ada.
Dari masa sakit hati itu, adanya sahabat-sahabat sejatilah yang bisa menegarkan dan memberi arti indahnya persahabatan. Bila dikenang, hanya sahabat-sahabat sejati sayalah yang ternyata hadir dengan penuh perhatian dan memberi support mental yang luar biasa. Kalau dipikir, ide-ide gila mereka dalam menghadapi “si pengkhianat cinta”-ku saat itu akan membuat saya tertawa sendiri. Dari itu, terkadang sahabat adalah segalanya karena di satu sisi cinta kasih mereka lebih tulus dari kekasih kita yang sebenarnya. Dan sahabat ternyata selalu ada di saat kita benar-benar membutuhkannya.
Jadi ingat hari Minggu kemarin, saya harus meng-cancel beberapa acaraku karena ternyata seorang temanku telah mendaftarkan namaku di acara Seminar Motivasi yang diadakan di kampusnya. Minggu pagi, berempat kami pergi bersama menghadiri seminar tersebut dengan harapan ada ilmu baru yang bisa kami dapatkan. Pulangnya, saya pun mampir ke Warung Bakso favorit kesukaan kawanku. Sahabat sejati… selalu ingat kita di saat kita mungkin tidak ingat dia. Jauh beda dengan si dia yang telah mengkhianati kita.
Selanjutnya, berikut beberapa hal yang mungkin bisa anda lakukan bila ternyata sudah menjadi takdir cinta anda yang katanya tulus dan suci hanya mendapat balasan berupa sebuah pengkhianatan yang “menyakitkan”. Saya sengaja memberi tanda petik pada kata menyakitkan, karena sesungguhnya itu hanya sebagai akibat penilaian (pemberian makna) pikiran kita secara subyektif. Jika kita belajar NLP (Neuro Linguistic Programming) maka akan dijelaskan bahwa sesungguhnya semua kejadian itu bersifat “netral”, hanya pikiran kita saja yang menilai atau memberi “makna”.
Ok, mari kita bahas satu per satu…!
Introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik
Mengatahui ternyata si dia yang sangat kita cinta koq bisa-bisanya meninggalkan kita dan berdua dengan orang lain harusnya disikapi dengan pemikiran bahwa ternyata diri kita bukanlah makhluk yang sempurna. Jika kita manusia yang sempurna, mana mungkin kekasih kita akan pergi meninggalkan kita dan menjalin cinta dengan orang lain. Kita seharusnya melakukan instrospeksi diri. Ternyata diri kita masih banyak kekurangannya sehingga tidak bisa mempertahankan cinta si dia kepada diri kita. Dari sini kita sama sekali tidak boleh bersikap sombong, meskipun secara fisik kita ini cantik dan pernah menjadi covergirl atau tampan dan rupawan. Yang layak untuk sombong hanya Allah SWT.
Setelah kita menganalisis kekurangan diri kita maka langkah selanjutnya adalah memperbaiki diri agar kekurangan-kekurangan tersebut bisa kita minimalisir dengan kelebihan yang ada pada diri kita. Jadikan “sakit karena dikhianati” sebagai cambuk agar diri kita bisa menjadi lebih baik, secara lahir maupun batin.
Dalam proses perbaikan diri ini tidak usah anda mengharapkan si dia akan kembali pada anda, karena setelah dia berkhianat/berselingkuh maka anda tahu bahwa ternyata cintanya tidaklah murni.
“Tapi aku sangat mencintainya, Mas! Aku sangat menyayanginya!”
Tidak perlu diuraikan lebih jauh lagi ya, karena kalau sudah begini maka yang bicara adalah emosi. Dan kalau menuruti emosi maka tidak akan ada titik temunya.
“Kalau si dia mau tobat, bagaimana Mas?”
“Kalau dia mau tobat maka dia tidak akan mencari cintamu lagi. Dia hanya akan menemuimu untuk minta maaf, kemudian tiap malam dia akan bersujud memohon ampunan-Nya dan taqarrub ilallah…”
“Hmm…, masuk akal juga. Matur nuwun, Mas!”
Memaafkan dan mengikhlaskan
Langkah selanjutnya ialah memaafkan dan mengikhlaskan, tidak hanya orangnya, tapi juga perbuatan si dia yang membuat luka di hati kita. Ini dimaksudkan agar kita bisa merelease emosi negatif berupa amarah, sakit hati maupun dendam dari hati kita, karena semua emosi tersebut adalah emosi yang akan sangat menghambat kemajuan diri kita. Orang yang menyimpan dendam cenderung akan sulit meraih kesuksesan karena semua emosi negatif tersebut akan menyedot energi psikis kita. Jadi, bukannya kita tambah bahagia, namun makin menderita.
Maafkanlah orang yang telah mengkhianati kita, karena memaafkan adalah akhlak yang dicontohkan Rasulullah Saw. Kalau tidak ada orang yang menyakiti hati kita maka kapan kita praktek langsung meneladani akhlak Nabi, yakni memaafkan.
Ikhlaskanlah, karena sesungguhnya semua yang ada di dunia ini—termasuk orang yang menyakiti hati kita—juga adalah milikNya. Ikhlaskan kepergiannya dari hati kita agar tidak ada emosi negatif yang bersarang di hati dan menjadi sumber penyakit, baik lahir maupun batin.
Pernah beberapa tahun yang lalu ketika sedang merasakan sakit hati karena dikhianati, seorang kawan yang sedang pulang dari kuliahnya di Jakarta berkunjung dan berkata, “Bersyukurlah coy, itu tandanya Allah masih sayang sama kamu dan mau menunjukkan bahwa dia bukanlah yang terbaik untukmu. Untung selingkuhnya sekarang, coba kalau nanti ketika dia sudah jadi istrimu…”
Yakinlah bahwa hukum karma itu ada
Jika kita mau membuka kitab suci, di situ Allah SWT berfirman dalam Surat Al Israa’ ayat 7 yang artinya, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…”. Dari sini kita tahu bahwa jika orang lain menyakiti kita sesungguhnya dia sedang menyakiti dirinya sendiri. Demikian juga jika menyakiti orang lain, sesungguhnya kita juga sedang menyakiti diri sendiri. Pendek kata, semua itu akan ada balasannya, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.
Hukum karma atau hukum tebar-tuai menyatakan bahwa apa yang kita tebar maka itulah yang akan kita peroleh. Jika yang kita tebar adalah kejahatan, maka bisa dipastikan kejahatan juga yang akan menimpa kita. Begitu juga jika yang kita tebar adalah benih-benih kebaikan, maka kebaikan pula yang akan menghampiri kita, bahkan jumlahnya bisa berlipat ganda.
Sekedar berbagi pengalaman, ternyata bisa dibuktikan… wanita yang pernah mengkhianati saya (telah saya maafkan) juga ditinggal kekasihnya begitu dia (pacar barunya) tahu bahwa saat itu si gadis masih ada hubungan dengan saya yang seorang coverboy ini [mendengar kata “coverboy” yang dinisbatkan ke saya, seperti biasa, membuat beberapa teman saya yang sedang duduk manis tiba-tiba langsung nungging dan menjulur-julurkan lidahnya seperti ada yang mau dimuntahkan… tidak tahu kenapa, aneh?].
Karma… selalu ada balasan bagi setiap perbuatan atau tindakan yang berhubungan dengan diri dan perasaan orang lain. Oleh karena itu, hati-hatilah…!
Sekedar untuk bahan renungan, dari kisah “pengkhianatan cinta” yang pernah saya alami (semoga pertama dan terakhir), ternyata wanita yang menjadi tokoh utama kisah tersebut sampai sekarang masih “sendiri”. Dan pernah suatu saat ketika bertemu, dia seolah mencoba menarik simpatiku atau seperti ingin menggali lagi cintaku yang dulu sedalam laut biru. [Salah sendiri kenapa dikau mengkhianati seorang coverboy… Maksudnya coverboy majalah “Manusia Purba”, hehehe…].
Beberapa teman kalau sedang bercanda berceloteh asal bunyi, “Kenapa tidak CLBK saja, Mas…?” [CLBK menurut temanku adalah singkatan dari Cinta Lama Bersemi Kembali].
“Hmm… bagiku selalu tidak ada kesempatan kedua…!”
“Ya, kami tahu… kesalahan yang pernah dia perbuat tidak mungkin membuat dia berani ngejar-ngejar kamu lagi. Sabar bro, masih banyak wanita lain yang lebih baik dari dia…”
“Thanks sobat! Tapi, masalahnya adalah: mereka tidak ada yang mau…”
“Ah, nggak percaya…! Kami tahu itu, si A, si B, si C, dan si X ada rasa sama kamu… Kenapa nggak pilih salah satu? Bukalah sedikit pintu hatimu…”
“Hmm…” [tidak bisa jawab, ada tanda tanya plus tanda pentung].
Ngomong donk… koq diem aja…?”
“Mungkin benar ungkapan yang menyatakan hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. Namun, menurutku ‘cinta’ yang dimaksud adalah cinta dari Sang Pemilik Cinta… Adakah manusia yang mencintai sesamanya demi mengharap keridhaan-Nya…?”
“Ok, kami setuju!!!”
So, jangan pernah takut untuk disakiti, namun takutlah untuk menyakiti.
Menjadi Kesayangan Allah
Merasakan pedihnya cinta kita dikhianati mungkin akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan tak ingin terulang lagi. Namun, boleh jadi dengan cara itu Allah SWT sedang mengingatkan kita (bagi yang mau sadar) agar tidak menambatkan seluruh cinta kita kepada sesama makhluk-Nya. Kita mencintai dengan sepenuh hati dan pengharapan, tapi justru si dia membalasnya dengan sebuah pengkhianatan yang memilukan. Kaciaaaan dech lo…!
Jika saja si dia tidak mengkhianati anda, belum tentu anda jadi ingat dengan Sang Pencipta. Bisa saja anda justru bergelimang dosa karena mencoba sesuatu yang belum pada tempatnya, atau memadu nafsu sehingga kemesraan yang anda bina sampai melanggar batas yang dilarang agama. So, jika realitas yang terjadi ternyata si dia berkhianat, mungkin itu sebuah sinyal agar anda segera tobat! Temanku pernah berkata, “Pacaran adalah dosa termanis…” Ya, memang semua jenis maksiat biasanya terasa nikmat bila dikerjakan. Beda jauh dengan ibadah atau amalan-amalan utama yang bisa mendekatkan kita dengan Sang Pencipta; semua terasa berat dan penuh godaan bagi yang belum membiasakannya.
Untuk itu, jika anda sudah terlanjur dikhianati, jangan biarkan hati anda bersedih dan meratapi nasib. Namun, jadikan momentum itu sebagai sarana bagi anda untuk menginsafi diri dan mendekatkan jiwa raga anda pada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jadikan setiap keadaan yang tidak nyaman atau menyakitkan sebagai ladang pembelajaran bagi anda untuk memahami kehidupan ini.
Ingat selalu kata bijak berikut ini:
Hal paling buruk yang terjadi terhadap anda mungkin merupakan hal paling baik yang pernah terjadi terhadap diri anda kalau anda tidak membiarkannya mengalahkan diri anda. ~ Napoleon Hill
Dan yang lebih penting lagi, renungkan baik-baik firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 216 yang artinya, …Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Setelah ini, alangkah baiknya kita terus memperbaiki diri detik demi detik dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT (jika muslim) karena Dia-lah sesungguhnya yang harus menjadi tumpuan cinta dan pengharapan kita. Kita tegakkan shalat dengan penuh kekhusyu’an (meskipun sulit, kita harus belajar mencobanya). Kita perbanyak bacaan dzikir di pagi, siang, sore dan malam, baik dengan lisan maupun dengan hati. Dzikir dengan lisan harapannya akan menuntun hati untuk ikut berdzikir. Kita perbanyak tadarus Al Qur’an, tidak hanya di bulan Ramadhan. Kita perbanyak shalat sunnah dan amalan-amalan utama yang pernah dicontohkan Rasulullah Saw. Kita perbanyak sedekah, tidak hanya dengan “senyum”, tapi juga dengan harta yang kita miliki. Kita sambung tali silaturahmi dengan saudara yang memutuskan silaturahmi dengan kita. Dan masih banyak hal utama lainnya yang bisa kita lakukan. Pendek kata, kita jadikan momentum “patah hati karena dikhianati” sebagai ajang pendekatan diri kepada Sang Khalik. Dengan sekuat tenaga kita berusaha terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas amal ibadah kita dan kita lakukan secara terus menerus (istiqomah, konsisten) sehingga pada akhirnya kita pun bisa menjadi “Kesayangan Allah”. Jika kita sudah menjadi yang “disayang Allah” maka mungkin kita akan lebih suka terus disakiti sesama manusia namun disayang Dia Yang Maha Kuasa.
***
Demikian sedikit jawaban yang dapat saya sampaikan. Jika ada manfaatnya, itu semua datangnya dari Allah SWT. Dan mohon maaf jika penjelasan di atas masih banyak kekurangannya. Membahas masalah remaja atau dunia anak muda kalau tidak dikembalikan kepada agama maka semua itu tidak akan ada titik temunya dan pencerahan pun akan sangat sulit kita dapatkan.
Dan bagi sahabat yang sudah terlanjur sedang menjalin hubungan istimewa dengan seseorang yang anda kasihi, maka kewajiban anda adalah menjaga si dia dari hal-hal yang bisa menodai kesucian arti cinta. Jangan jadikan kata “cinta” sebagai dalih pelampiasan nafsu syahwat anda, dan jikalau hubungan anda sudah berjalan secara sehat maka jangan sekali-kali mengkhianati kekasih anda. Cukup saya yang pernah dikhianati…!
“Saya juga pernah, Mas…!”
“Kamu nggak kehitung!”
Nggak adil itu namanya…!”
Biarin! Emang gue pikirin…!”
Waktu yang terus berlalu tak ‘kan membuat cinta sejati menjadi layu

Jumat, 08 April 2011

Selembar Ijazah VS Setitik Ilmu Bermanfaat

Tidak diragukan lagi, hampir semua orang yang bersekolah bukan berorientasi pada ilmu yang bermanfaat tapi lebih diberatkan kepada selembar ijazah yang mungkin untuk membuatnya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan yang ada manakala seorang siswa telah lulus dari sekolahnya, yang menjadi acuan utamanya adalah bagaimana mencari kerja dengan menggunakan ijazah yang dimiliki yang telah dia usahakan selama bertahun-tahun.
Ijazah hanyalah sebuah bukti bahwa seorang siswa telah menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu. Dengan adanya ijazah dapat diketahui kemampuan seseorang berada pada level yang mana. Sayangnya, jika hal ini disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan yang tidak seberapa, maka makna ijazah itu sendiri akan menurun secara drastis. Ijazah tidak lagi mencerminkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Lain halnya dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat tidak dapat dinilai dengan selembar ijazah ataupun berlembar-lembar ijazah atau juga sertifikat apalagi uang. Ilmu yang bermanfaat dapat mendatangkan ijazah, sertifikat, uang, bahkan tahta dan wanita sekalipun.

Tak Ingin Berubah Nyata

Tiada terasa....
Mimpi yang sudah sekian lama ada
Dalam waktu hitungan tahun masa
Tiba-tiba berubah nyata

Namun.....
Hanya dalam hitungan hari saja
Kini t'lah hilang tak tersisa
Hingga sakit pun yang ada

Mengapa harus berubah nyata
Kalau hanya kan sirna
Baik juga seperti dulu adanya
Mencinta di hati saja

Kini..seakan tak ingin berubah nyata
Tetes airmata berubah merah
Bercak indah itupun tumpah
Tumpah, tumpah dan tak tersisa

Perih jelaslah terasa
Namun mungkin kan basuh luka
Mimpi indah berubah darah
Tapi cinta di hati kan selalu ada

Selamat tinggal kekasih hati
Maafkan salah dan dosa diri
Ku akan pergi tak tuk kembali
Membawa semua terkubur ku kini....